Senin, 15 April 2013

Budidaya Singkong



Teknis Budidaya Singkong


( Manihot utilissima Pohl. )

I. Syarat Tumbuh.
a. Iklim :
Ø  Curah hujan antara 1.500-2.500 mm/tahun.
Ø  Kelembaban udara optimal antara 60-65%.
Ø  Sinar matahari sekitar 10 jam/hari.
Ø  Suhu udara minimal sekitar 10ºC.
b. Tanah:
Ø  Struktur tanah remah, gembur, tidak terlalu liat & tidak terlalu porous, kaya bahan organik.
Ø  Jenis tanah yang sesuai aluvial latosol, podsolik merah kuning, mediteran, grumusol, & andosol.
Ø  PH tanah berkisar 4,5 – 8, dengan pH ideal 5,8.
c. KetinggianTempat:
Ø  Ketinggian tempat ideal untuk tanaman ketela pohon antara 10–700 m dpl, sedangkan toleransinya antara 10–1.500 m dpl.
II. Penyiapan Lahan.
Ø  Pengolahan tanah paling baik dilakukan pada saat awal musim penghujan (2 minggu sd 3 minggu setelah hujan pertama turun), agar kondisi tanah cukup lembab dan mudah diolah. Ada beberapa tahap pengolahan tanah yang harus dilalui :
  1. Tanah digemburkan, bisa dicangkul/dibajak untuk areal yang luas dengan kedalaman 60 cm.
  2. Taburkan pupuk organik (kandang/kompos) pada tanah yang telah dibajak dengan dosis 15-20 ton / Ha
  3. Siram/semprot lahan yang telah diratakan dengan pupuk kompos/kandang dengan larutan MOSA GOLD dan AGRITECH masing masing 5 botol per Ha, yang telah dilarutkan dahulu  dalaam air secukupnya.
III. SistemTanam
1.      BudidayaMonokultur.
Ubikayuditanamdenganjaraktanam80 x 70 cm atau 100 x 70 cm, tergantungvarietas. Bilavarietas yang ditanamcabangnyamelebar, perludigunakanjaraktanam yang lebihlebar.Denganjaraktanaminipopulasimencapai 13.000 – 17.000 tanaman per Ha.

2.      BudidayaTumpangsariBarisGanda:

a.      Tanam Double Row 2 meter

Ubikayuditanamtumpangsaridengankacang-kacanganataujagungsatumusim. Digunakanjaraktanam (100 x 50) x 200 cm. Jarak  100 x 50 cm adalahjaraktanamdalambarisganda ( 50 cm adalahjarakdalambarisandan 100 cm adalahjarakantarbarisan), sedangkan 200 cm adalahjarakantarbarisganda.

Denganjaraktanam Double Row 2 meter  populasiubikayu 13.000 tanaman/ Ha.

b.      JarakTanam Double Row 4 meter
Ubikayuditanamtumpangsaridengankacang - kacanganataujagungselamaduamusimberturut  - turut ( 2 kali tanam), makajaraktanamantarbarisgandadiperlebarmenjadi 400 cm. Jaraktanammenjadi (100 x 50 cm) x 400 cm.
Denganjaraktanamini, populasiubikayuhanya 8.000 tanaman/ ha, atausekitar 60 % daripopulasipadatanamanmonokultur.
     IV. PenyiapanBibit
Ø Bibit ketela pohon harus memenuhi syarat sebagai berikut :
1.    Berasal dari tanaman induk yang cukup tua (10-12 bulan).
2.    Pertumbuhan normal, sehat dan seragam.
3.    Batang telah berkayu dan mempunyai diameter > 2,5 cm dan lurus.
4.    Batang tersebut belum ditumbuhi tunas-tunas baru.
Ø  Potong bibit singkong 25 cm dan sisakaan 2 mata tunas bagian atas
Ø  Rendam  bibit singkong dalam larutan BIO SPF dan AGRITECH  dengan dosis   masing masing10 cc BIO SPF/liter air dan 5ccAGRITECH/liter air selama 1 jam.
Ø  Tanam bibit singkong dengan kedalaman 15 cm bagian yang tertancap tanah  Semprot/kocor tiap 2-3 bulan dengan AGRITECH dosis 5 tutup per tanki 14 lt, pemakaian AGRITECH bisa ditambah dengan HORTECH dosis  1-2 tutup per tanki untuk memaksimalkan hasilnya.
Contoh varietas bibit ketela unggul :
  1. Cimanggu Super.
Produksi 80-100 ton/haumbibasah, jarak tanam 1x1 m, populasi 10.000 pkk/ha, jarak tanam 1 x 1 m mata lima, populasi 11.400 pkk/ha.
  1. Darul Hidayah.
Produksi sd 200 ton/haumbibasah, jarak tanam 1,2 m x 1,2 m, populasi 7000 pkk/ha, jarak tanam 1,2 m x 1,2 m mata lima, populasi 8000 pkk/ha.
  1. Adira 1.
Produksi 22 ton/ha umbibasahdandapatdipanenpadaumur 7 – 10 bulan.Varietasinimemilikiumbiberwarnakuningdengankualitas rebus yang baikdan rasa enak (kadarHCN hanya 27,5 mg/ 100 gr) sesuaiuntukdikonsumsilangsung.Varietasinitahanterhadappenyakitbakterihawardaun.
  1. Malang 1.
Produksimencapai 49 ton/ ha umbibasahdenganumurpanen 9 – 10 bulan.Memilikidayaadaptasi yang luas.Dagingumbiberwarnaputihkekuningan, kualitas rebus baik, enakdanmanis( kadar HCN <40 mg/kg. Dengankadartepung 32 – 36 %, varietasinisesuaiuntukbahanbaku industry tepung/pati. Malang 1 toleranterhadaphamatungaumerahdantoleranterhadappenyakitbecakdaun.

D.Pemupukan
Ø  Waktu dan dosis pemupukan dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
Jenis Pupuk
Waktu Aplikasi Pemupukan
Total
15 HST
Bln ke-2
Bln ke-3
Bln ke-4
Bln ke-5
Bln ke-6
Urea (kg/ha)
25
-
25
-
50


100
SP 36 (kg/ha)
100
-
-
-
-


100
KCI (kg/ha)
25
-
50
-
75


150
Total Pupuk
150
0
75
0
125

0
350
AGRITECH


2 ltr/ha

2 ltr/ha

2 ltr/ha

6 ltr/ha
Ø  Aplikasi pupuk hendaknya dilakukan pada saat kondisi tanah lembab dan tidak kering terutama aplikasi pupuk urea dan starter mikro, agar pupuk dapat diserap optimal oleh tanaman. Aplikasi KNO3 (Kalium nitrat) dapat dilakukan sebagai pengganti pupuk Urea dan KCI, Aplikasinya dilakukan di bulan ke 3 dan 5, dengan dosis sama dengan dosis total kedua pupuk diatas.


E. Perawatan
Ø  Tanaman singkong pada dasarnya hanya memerlukan 5 macam perawatan, yaitu :
  1. Penyulaman. Bibit yang mati/abnormal harus dicabut dan diganti dengan bibit baru. Penyulaman dilakukan pada minggu ke-1/ke-2 setelah tanam, lakukan pada pagi/sore hari ketika cuaca tidak terlalu panas. Rotasinya 1 x tiap periode tanam.
  2. Penyiangan. Pengendalian gulma dilakukan pada bulan ke-1, ke-3, dan ke-6, sebelum aplikasi pupuk.
  3. Pembubunan. Dilakukan untuk menggemburkan tanah di sekitar tanaman, sambil memperbaiki bedengan/guludan yang ada, bila tanah disekitar tanaman terkikis terkena hujan sehingga perlu dilakukan pembubunan agar akar tidak kelihatan. Pembubunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan sehingga menghemat biaya. Pantangan dalam budidaya tanaman berumbi, akar sama sekali tidak boleh kelihatan ! Pembubunan dilakukan di bln ke-3 sebelum aplikasi pupuk.

  1. Pemangkasan. Pemangkasan/perempelan tunas dilakukan dengan memotong ujung tanaman (membuang daun yg muda) yang bertujuan membentuk cabang/tunas baru dengan jumlah 2-3 cabang. Agar tunas tersebut dapat digunakan lagi pada musim tanam berikutnya. Pemangkasan dilakukan pada bulan ke-4.

  1. Pengairan. Kondisi lahan awal tanam sd 5 bulan hendaknya selalu dalam keadaan lembab, tidak terlalu becek. Pada tanah yang kering perlu dilakukan penyiraman dan pengairan. Sistem yang baik digunakan adalah genangan sehingga air dapat sampai ke daerah perakaran secara resapan. Pengairan dengan sistem genangan dapat dilakukan dua minggu sekali dan untuk seterusnya diberikan berdasarkan kebutuhan apabila mengalami musim kering yang cukup panjang (3 minggu tidak hujan) yang terjadi pada periode usia tanaman dibawah 5 bulan.

F. OPT dan Penanggulangannya
Ø  Beberapa jenis OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) yang mengganggu tanaman singkong adalah :
  1. Hama Uret (Xylenthropus). Ciri: berada dalam akar dari tanaman. Gejala: tanaman mati pada yg usia muda, karena akar batang dan umbi dirusak. Pengendalian: bersihkan sisa-sisa bahan organik pada saat tanam dan atau mencampur insektisida berbahan aktif Karbofuran/Karbosulfan pada saat pengolahan lahan.

  1. Hama Tungau Merah (Tetranychus bimaculatus). Ciri: menyerang pada permukaan bawah daun dengan menghisap cairan daun tersebut. Gejala: daun akan menjadi kering. Pengendalian:  semprot dengan TOP BNatau tanam varietas toleran dan menyemprotkan air yang banyak.

  1. Penyakit Bercak Daun Bakteri (Xanthomonas manihotis). Disebut juga Cassava Bacterial Blight/CBG. Gejalanya muncul bercak-bercak pada sudut daun lalu melebar dan mengakibatkan daun kering yang akhirnya mati. Pengendaliannya dengan menanam varietas yang tahan, memotong atau memusnahkan bagian tanaman yang sakit, melakukan pergiliran tanaman dan sanitasi kebun. PerendamanbibitdenganBIO SPF 10 cc/liter air, direndamselama 1 jam.

  1. Penyakit Bercak Daun Coklat (Cercospora heningsii). Penyebab: cendawan yang hidup di dalam daun. Gejala: daun bercak-bercak coklat, mengering, lubang-lubang bulat kecil dan jaringan daun mati. Pengendalian: melakukan pelebaran jarak tanam, penanaman varietas yang tahan, pemangkasan pada daun yang sakit serta melakukan sanitasi kebun.

  1. Penyakit Bercak Daun Konsentris (Phoma phyllostica). Penyebab: cendawan yang hidup pada daun. Gejala: adanya bercak kecil dan titik-titik, terutama pada daun muda. Pengendalian: memperlebar jarak tanam, mengadakan sanitasi kebun dan memangkas bagian tanaman yang sakit.

  1. Penyakit Layu Bakteri (Pseudomonas solanacearum E.F. Smith). Ciri: hidup di daun, akar dan batang. Gejala: daun yang mendadak jadi layu seperti tersiram air panas. Akar, batang dan umbi langsung membusuk. Pengendalian: melakukan pergiliran tanaman, menanam varietas yang tahan seperti Adira 1, Adira 2 dan Muara, melakukan pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit berat.PerendamanbibitdenganBIO SPF 10 cc/liter air, direndamselama 1 jam.

  1. Gulma. Pada dasarnya pengendalian gulma untuk singkong paling baik adalah dengan manual (mencabut gulma sampai ke akarnya/penyiangan). Pengendalian kimiawi dikhawatirkan dapat mengenai dan merusak tanaman serta berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kandungan umbi.

G. Panen
Ø  Singkong dapat dipanen pada saat pertumbuhan daun bawah mulai berkurang. Warna daun mulai menguning dan banyak yang rontok. Umur panen tanaman singkong dapat mencapai 6–8 bulan untuk varietas Genjah, dan 9–12 bulan untuk varietas Dalam.